Cooling System
Pembakaran campuran bahan bakar-udara dalam silinder engine menghasilkan jumlah panas yang hebat dan
temperatur tinggi. Panas diserap oleh dinding silinder, silinder head dan
piston. Mereka, dalam perputarannya, harus dilindungi oleh sistem pendingin
sehingga tidak menjadi terlalu panas.
Sistem pendingin memiliki
beberapa fungsi :
1. Menghilangkan panas yang
berlebihan dari engine.
2. Menjaga temperatur kerja engine yang tetap.
3. Meningkatkan temperatur engine yang dingin secepat mungkin.
4. Memberikan fungsi untuk kerja pemanas (warming passenger compartment).
2. Menjaga temperatur kerja engine yang tetap.
3. Meningkatkan temperatur engine yang dingin secepat mungkin.
4. Memberikan fungsi untuk kerja pemanas (warming passenger compartment).
Sistem
pendinginan pada engine mempunyai 2 kegunaan, yaitu:
1. Mencegah terjadinya panas yang berlebihan (overheating)
pada engine. Panas yang berlebihan dapat merusakkan komponen engine yang dalam
waktu relative singkat. Walapun
sebenarnya panas diperlukan untuk melakukan pembakaran di dalam engine itu sendiri, tetapi panas yang dihasilkan akibat pembakaran ternyata
berlebihan. Untuk itu diperlukan suatu system pendingin untuk membuang panas yang
berlebihan tersebut.
2. Untuk mengatur temperature kerja dari engine. Untuk mengatur temperature kerja pada
suhu yang tepat untuk melakukan kerja, maka di perlukan suatu system pendinginan yang
mampu memelihara temperature pada suhu tertentu selama pembakaran dalam engine berlangsung. Pada waktu menghidupkan tidak diperlukan system pendingin sama sekali, hanya setelah digunakan untuk kerja, maka system pendingin
mutlak di gunakan.
I.
MACAM
- MACAM SISTEM PENDINGINAN
Ada 2 macam system pendingin yang umum digunakan pada engine sekarang ini, yaitu:
1. Sistem
pendingin udara (air cooling system): yaitu suatu system untuk mendinginkan engine dengan jalan menghembuskan udara pada
sekelillng engine untuk menghilangkan
panas yang timbul akibat pembakaran.
2. Sistem
pendinginan air (liquid/ water cooling system): yaitu system untuk mendinginkan
engine dengan menggunakan air yang di sirkulasi melalui dalam block engine untuk menghilangkan panas berlebihan yang timbul akibat dari pembakaran.
II.
AIR
COOLING SYSTEM .
Sistem pendinginan udara ini banyak digunakan pada engine
kecil, seperti sepeda motor dan
juga engine–engine pesawat terbang. Sistem ini tidak digunakan pada engine-engine besar ,karena
sulit untuk dapat mengarahkan aliran udara ini biasanya di gunakan plat
selubung atau sroud dan untuk mengalirkan udara di gunakan kipas angina tau blower. Besar kecilnya kipas atau blower
tergantung dari besar kecilnya engine. Pada sepeda motor misalnya, tidak digunakan kipas, tetapi digunakan
pergeseran udara akibat cepatnya/jalannya motor tersebut.
III.
LIQUID COOLING SYSTEM .
Pada liquid cooling system ini biasanya
digunakan air tawar untuk di gunakan sebagai air pendingin (coolant). Sehingga yang terdapat musim dingin,
digunakan suatu bahan tambah yang di sebut anti freezesolution. Bahan tambah
tersebut bertujuan untuk mencegah agar air tidak membeku pada waktu musim
dingin.
IV.
KOMPONEN SISTEM PENDINGINAN .
Water jacket tersebut hanya mampu menampung sedikit air pendingin. Karena sedikitnya air pendingin tersebut, maka air akan menjadi cepat panas sementara. Thermostat masih menutup apabila engine masih dingin. Apabila engine sudah panas mencapai suhu
kerja, maka thermostat
akan membuka dan air kan bersikulasi melalui radiator. Perhatikan lubang-lubang yang ada pada silinder block
dan silinder head pada gambar 7-19. Lubang-lubang yang terlihat bukanlah
semuanya lubang air pendingin. Hanya sebagian dari lubang tersebut sebagai lubang air pendingin sedang yang lain
kemungkinan lubang baut pengikat atau lubang pasak /dowel. Di samping menggunakan saluran air di
luar block, yang biasanya disebut dengan water manifold. Water manifold tersebut di ikatkan pada engine
block dengan
baut dan nut. Manifold ini di
gunakan bila engine mempunyai silinder head lebih dari satu buah, atau di gunakan juga
untuk menghubungkan oil cooler dangan engine block. Untuk mencegah antara manifold dan block biasanya dilengkapi dengan gasket antara kedua
permukaan yang diikatkan.
V. RADIATOR .
Radiator adalah merupakan suatu
perubah panas (head exchanger) yang digunakan pada system pendinginan seperti
pada gambar 7 – 20. Radiator tersebut terdiri dari tangki atas, tangki bawah dan sirip–sirip elemen pendingin. Pada tangki bawah di lengkapi dengan
cerat pada sisi bagian bawah. Tangki tersebut dapat di solder terhadap elemen pendingin seperti pada gambar,
dan ada juga antara tangki atas dan bawah dengan elemen pendingin atau core-nya di ikatkan dengan baut pengikat. Radiator yang digunakan
pada engine besar, biasanya di gunakan radiator yang sambungannya berbaut.
Ada dua jenis elemen pendingin pada radiator ( radiator core ) , yaitu :
1.
Tube
dan fin core.
2.
Cellular
core seperti pada gambar 7
– 21.
Sebenarnya radiator bekerja dengan
prinsip konveksi yaitu sirkulasi air pendingin dan juga prinsip radiasi yaitu
memindahkan panas pada gelombang udara yang mengalir melalui sela-sela radiator core. Aliran yang diakibatkan karena pompa air atau pun kaena perbedaan
panas bagian atas dan bawah yang di kenal dengan thermal siphon action akan membawa panas akibat
pembakaran yang akan di teruskan ke radiator bagian atas dan kemudian mengalir
melalui radiator core. Pada core tersebut panas
air pendingin akan didinginkan oleh aliran udara yang di hembuskan oleh kipas
(fan) melalui sela – sela core atau sirip – sirip radiator.















